Biografi
Dzulkifli S. Abdullah, S.Kom., M.AP adalah salah satu tokoh
kunci dalam perkembangan olahraga Taekwondo di Provinsi Gorontalo. Sosok
yang dikenal disiplin, tegas namun membangun ini telah mendedikasikan lebih
dari dua dekade hidupnya untuk membina generasi muda melalui jalur bela diri.
Sebagai pendiri dan pelatih kepala Mandiri Taekwondo Club (MTC),
Dzulkifli tidak hanya melatih teknik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral,
karakter, dan semangat sportivitas kepada setiap anak didiknya.
![]() |
| Dzulkifli S. Abdullah |
Awal Perjalanan Taekwondo
Perjalanan Dzulkifli di dunia Taekwondo dimulai pada tahun 2000,
ketika ia masih berstatus pelajar di SMK Negeri 1 Luwuk, Kabupaten Banggai.
Ia dilatih langsung oleh Sabeum Mulfhy dan Sabeumnim Feibert,
yang mengenalkannya pada dasar-dasar teknik, nilai-nilai disiplin, dan filosofi
Taekwondo sebagai jalan pembentukan karakter.
Setelah melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Dzulkifli
meneruskan pelatihannya di bawah bimbingan Sabeumnim Nur Pasau saat
menempuh pendidikan di STMIK Ichsan Gorontalo. Di sanalah ia mulai
memperdalam teknik dan memahami pentingnya pembinaan yang berkelanjutan,
terstruktur, serta berorientasi pada karakter dan prestasi.
Perkembangan Karier dan Profesionalisme
Semangatnya untuk terus berkembang mendorong Dzulkifli
menapaki jenjang pendidikan dan pelatihan formal dalam Taekwondo. Ia berhasil
meraih sabuk DAN IV Kukkiwon, serta mengantongi lisensi sebagai Pelatih
Daerah dan Penguji Nasional.
Sebagai mantan atlet ia memiliki pemahaman mendalam
mengenai perjalanan seorang atlet, termasuk tantangan fisik, tekanan mental,
dan strategi bertanding di berbagai level mulai dari Kejurda, Kejurwil,
hingga Kejurnas. Hal ini menjadikannya pelatih yang tidak hanya mengajarkan
teknik, tetapi juga membimbing secara mental dan emosional.
Pendidikan Formal dan Gaya Kepemimpinan
Di luar dunia olahraga, Dzulkifli juga merupakan seorang akademisi
dan birokrat. Ia meraih gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) dari STMIK
Ichsan Gorontalo (2004), dan melanjutkan pendidikan hingga meraih Magister
Administrasi Publik (M.AP) dari Universitas Negeri Gorontalo (2022).
Latar belakang ini memberinya kemampuan untuk memadukan ilmu
manajemen dan strategi pembelajaran ke dalam sistem pelatihan yang ia rancang.
Gaya kepemimpinannya dikenal tegas, sistematis, namun humanis—sebuah
kombinasi yang membentuk suasana latihan yang disiplin tetapi tetap suportif
dan memotivasi.
Mendirikan Mandiri Taekwondo Club (MTC)
Tahun 2010 menjadi titik awal berdirinya Mandiri
Taekwondo Club (MTC). Dzulkifli mendirikan klub ini dengan satu tujuan
besar: menjadikan Taekwondo sebagai wahana pembinaan karakter, keterampilan,
dan prestasi sejak usia dini.
Dimulai dari satu unit latihan sederhana, MTC kini telah berkembang menjadi enam unit dojang aktif di berbagai wilayah Gorontalo. Klub ini dikenal luas sebagai salah satu pusat pelatihan terbaik di daerah, dengan sistem latihan yang mencakup teknik dasar hingga persiapan kejuaraan, pelatihan fisik dan mental, serta evaluasi berkala. Puluhan hingga ratusan atlet telah dibina melalui klub ini dan meraih berbagai prestasi tingkat lokal maupun regional.
Peran di Organisasi Taekwondo
Selain aktif di ranah pelatihan, Dzulkifli juga memiliki
rekam jejak organisasi yang kuat. Ia terlibat dalam berbagai kepengurusan
Taekwondo baik sebagai pelatih, pengurus, maupun penguji resmi:
- Pendiri
& Pelatih Kepala Mandiri Taekwondo Club (MTC)
- Pengurus
Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Gorontalo
- Pengurus
& Penguji Geup/DAN di Universal Taekwondo Indonesia Profesional
(UTIPro) Gorontalo
- Pengurus
& Penguji Geup di Indonesia Taekwondo Fun (ITFun) Gorontalo
Kiprahnya ini memperkuat kontribusinya dalam sistem
pembinaan dan pengembangan Taekwondo di tingkat daerah maupun nasional,
terutama dalam hal standarisasi pelatihan, sertifikasi, dan kompetensi atlet.
Visi dan Prinsip Pembinaan
Bagi Dzulkifli, Taekwondo bukan sekadar olahraga bela diri.
Ia meyakini bahwa Taekwondo adalah sarana pendidikan karakter, tempat
anak-anak belajar tentang disiplin, keberanian, kerja sama, dan kepercayaan
diri. Prinsip utamanya adalah:
“Membangun generasi muda yang kuat secara fisik, tangguh
secara mental, dan unggul dalam prestasi.”
Nilai ini bukan hanya menjadi semboyan, tetapi juga menjadi
dasar dari semua aktivitas yang ia jalankan—baik di dalam kelas latihan, di
arena kejuaraan, maupun dalam kepengurusan organisasi.
Penutup
Dengan pengalaman yang lengkap sebagai atlet, pelatih,
penguji, akademisi, dan organisatoris, Dzulkifli S. Abdullah adalah
sosok yang tidak hanya memahami dunia Taekwondo, tetapi juga mampu membentuk
sistem pembinaan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Dedikasinya terus
berlanjut untuk melahirkan generasi muda yang sehat, kuat, dan berakhlak
mulia—melalui jalur Taekwondo.
